- Back to Home »
- BAB 2 »
- D. WAJANBOLIC E-GOEN DAN RT/RW-NET
Posted by : Unknown
Sabtu, 21 November 2015
Internet murah barangkali merupakan impian tidak hanya bangsa
Indonesia, tapi juga semua orang di Dunia. Perlu dicatat bahwa Internet murah
bukan berarti Internet gratis atau mencuri akses Internet. Kita bangsa
Indonesia cukup beruntung dan banyak terinspirasi dengan adanya Pak Gunadi di
Purwakarta yang menemukan antenna Wajanbolic e-goen.
Teknik
Antenna Wajanbolic e-goen merupakan pengembangan dari teknik antenna kaleng
atau antenna bazoka yang pernah di kembangkan sebelumnya. Wajanbolic e-goen
dapat digunakan untuk membangun sambungan Internet berkecepatan tinggi untuk
jarak sampai sekitar 3-4 km cukup untuk menyambungkan beberapa rumah dalam
sebuah jaringan RT/ RW-net.
Ukuran
antenna Wajanbolic e-goen relatif sederhana. Pipa pralon dengan diameter 3 inci
atau 9 cm diberi lakban aluminium atau aluminium foil sepanjang 20 cm. USB WiFi
di masukan pada posisi 5.2 cm dari ujung pralon. Ada wilayah pralon yang tidak
di beri lakban aluminium merupakan panjang fokus wajan yang dapat dihitung dari
diameter
wajan
di bagi ke dalaman wajan.
Teknik
membuat Internet menggunakan antenna kaleng dan antenna Wajanbolic e-goen tidak
hanya membuat bangsa Indonesia terkagum-kagum karena sangat sederhana. Banyak
bangsa di duniapun belajar kepada bangsa Indonesia teknik membuat Internet
murah tersebut. Beberapa bangsa di dunia yang pernah mengundang untuk
memberikan teknik antenna kaleng antara lain Afrika Selatan dan sekitarnya,
Tunisia, Denmark, India, Bhutan, Nepal, Laos, Kamboja dan masih banyak lagi.
Teknik akses Internet menggunakan Wajanbolic e-goen banyak
digunakan untuk membangun RT/RW-net yang pada dasarnya membagi dan menggunakan
secara beramai-ramai sebuah akses Internet seperti di tampilkan pada gambar.
Proses pembagian akses Internet dilakukan oleh router. Sementara proses
pengkaitan pengguna Internet dapat dilakukan menggunakan kabel jaringan
Ethernet untuk jarak dekat. Sedangkan untuk jarak yang agak jauh, dalam lingkup
satu RT atau satu RW dapat mengunakan akses Wireless mengunakan antenna
Wajanbolic e-goen.
Menggunakan teknik RT/RW-net ini, kita dapat mengakses Internet 24
jam per hari dengan biaya di tanggung bersama oleh pengguna satu RT atau satu
RW. Rata-rata biaya akses Internet RT/RW-net sekitar Rp. 50-150.000,- per bulan
dengan Internet yang beroperasi 24 jam.
Ada
beberapa teknologi sambungan Internet yang banyak digunakan di Indonesia. Untuk
sambungan perorangan, teknologi yang banyak digunakan adalah:
1. Modem
dial-up
2. Handphone
dengan sambungan GPRS atau 3G
3. WiFi
HotSpot terutama di laptop.
Kecepatan Internet biasanya menggunakan
notasi bit per detik atau byte per detik. Agar Internet dapatdi akses dengan
mudah, sebuah konfigurasi RT/RW-net dapat digunakan.